Rabu, 07 April 2010

Bagaimana sih , RUGBY itu???

Pertandingan rugby dimulai dengan satu kali tendangan kick-off. Setelah itu, beberapa pemain memperebutkan bola dan berlari. Pemain dapat melempar atau menendang bola pada pemain lainnya, atau memberikan bola. Selain itu, bola mesti dipegang selama berlari, atau diperebutkan. Untuk tetap memegang bola, pemain boleh jatuh di atasnya, melakukan scrum, ruck, maul, atau line-out.

Scrum


Dalam permainan rugby tidak boleh melakukan operan ke depan (forward pass) harus ke belakang



Tentu saja setiap pemain harus tunduk pada aturan permainan. Karena berlaku juga Kartu Merah dan Kartu Kuning.

Scoring Points
Ada beberapa cara menentukan scoring points dalam permainan ini.

Try - membawa bola melewati try line - 5 points
Conversion Kick - 2 Points
Penalty Kick / Drop Kick - 3 Points

Goal
Seorang pemain dapat mencetak anka dengan cara membawa bola sampai try line atau menendang bola sampai melewati pertahanan lawan.



Foul Play
Ini merupakan pelanggaran dalam aturan permainan rugby. Termasuk diantaranya adalah: obstruction, unfair play, repeated infringements, dangerous play, dan misconduct.

Obstruction, ialah menjegal atau mendorong pemain ketika merebut bola. Tindakan ini tidak diperbolehkan, kecuali melakukan dengan shoulders to shoulders.

Unfair play, jika pemain bermain curang atau melanggar peraturan, seperti membuang waktu, karena bisa dikenakan pinalti.

Repeated infringement atau pelanggaran berulang. Pemain tidak boleh melakukan pelanggaran berulang.

Dangerour play dan misconduct, seperti memukul pemain lain, menabrak, menjegal, atau menyerang merupakan pelanggaran atau four play.

Ruck
Kondisi dimana satu tim mengadakan kontak fisik yaitu berkumpul untuk berebut bola. Paling tidak satu pemain berpasangan dengan lawan. Ini bukan foul play.

Ruck diperbolehkan saat bola di tanah, kemudian bola dilemparkan ol

Ruck


Maul
Baca Selengkapnya...

TIM VOLI INDONESIA


Sea Games (Bola Voli) - Tim Putra Persembahkan Medali Emas

(Vibizdaily - Sea Games 2009) Tim bola voli putra Indonesia tampil sebagai juara dan mempersembahkan medali emas setelah di final menundukkan Thailand 3-2 di Hall Gymnasium 2, National Sport Complex Vientiane, Laos, Kamis.

Tim Indonesia yang bermaterikan Andri Widiatmoko, Ayip Rizal, Bagus Wahyu, Didi Irwadi, Fadlan, Joni Sugianto, Muhamad Khasoni Mufid, Riviansyah, Adam, Affan, Agung, dan Rudi harus berjuang keras menghadapi musuh bebuyutannya itu dan akhirnya menang secara dramatis dengan 25-23, 21-25, 25-16, 26-28 dan 19-17.

Seperti dikutip dari situs resmi Panpel LAOSOC, Myanmar harus puas dengan medali perunggu setelah pada perebutan tempat ketiga menundukkan Vietnam 3-0 (25-22, 25-21, 25-21).

Sebelum mencapai final, pada cabang ini tim Indonesia berturut-turut menundukkan Malaysia 3-0 dan mengalahkan Vietnam 3-0 di babak penyisihan grup. Di semifinal pada 15 Desember lalu kemudian menundukkan Myanmar 3-0 (25-21, 25-18, 25-22).

Sedangkan Thailand berturut-turut menundukkan Myanmar 3-0 dan Laos 3-0. Di semifinal Thailand menyisihkan Vietnam 3-1 (25-22, 25-19, 15-25, 25-18).

Indonesia dan Thailand sama-sama berbagi satu medali emas di cabang ini setelah tim putri Thailand tampil juara di final mengalahkan Vietnam 3-1 (25-27, 25-12, 25-15, 25-20) pada 16 Desember lalu.

Tim putri Indonesia harus puas dengan medali perunggu setelah pada perebutan tempat ketiga menundukkan Laos 3-0 (25-18, 25-8, 25-10).

Perolehan medali bola voli: 1. Thailand 1 1 0 2. Indonesia 1 0 1 3. Vietnam 0 1 0 4. Myanmar 0 0 1 5. Laos 0 0 0.

(as/AS/ant)
Baca Selengkapnya...

Jumat, 02 April 2010

Tim Nasional Indonesia Pra Piala Asia 2011


Skuad Tim Nasional Indonesia Pra Piala Asia 2011


aka.jpg
Achmad Kurniawan
31/10/1979
Persik Kediri
markus.jpg
Markus Harison
14/03/1981
PSMS Medan

fery.jpg
Fery Rotinsulu
28/12/1982
Sriwijaya FC
charis.jpg
Charis Yulianto (C)
11/07/1978
Sriwijaya FC
ismed.jpg
Ismed Sofyan
28/08/1979
Persija Jakarta
maman.jpg
Maman Abdurrachman
12/05/1982
Persib Bandung
pessy.jpg
Ricardo Salampessy
18/02/1984
Persipura Jayapura
erol.jpg
Erol Iba
06/08/1979
Pelita Jaya
roby.jpg
Muhammad Roby
12/09/1985
Persik Kediri
nova.jpg
Nova Arianto
04/11/1978
Persib Bandung
latief.jpg
Rachmat Latief
27/11/1988
PSM Makassar
isnan.jpg
Isnan Ali
15/09/1979
Sriwijaya FC
popon.jpg
Ponaryo Astaman
25/09/1979
Persija Jakarta
firman.jpg
Firman Utina
15/12/1981
Pelita Jaya
eli.jpg
Ellie Aiboy
20/04/1979
PSMS Medan
arif.jpg
Arif Suyono
03/01/1984
Arema Malang
piter.jpg
Pieter Rumaropen
13/11/1983
Persiwa Wamena
hariono.jpg
Hariono
02/10/1985
Persib Bandung
boaz.gif
Boaz Salossa
16/03/1986
Persipura Jayapura
musafry.jpg
Talaohu Abdul Musafry
19/02/1982
Persiba Balikpapan
budi.jpg
Budi Sudarsono
19/09/1979
Sriwijaya FC
bepe.jpg
Bambang Pamungkas
10/06/1980
Persija Jakar
Baca Selengkapnya...

10 momen piala dunia yg tak terlupakan!




10) Kejutan Senegal atas Prancis

Seperti di penyelenggaran Piala Dunia 1990 di Italia, pada Piala Dunia 2002, tim Afrika kembali membuat kejutan. Adalah Senegal yang bersinar pada Piala Dunia yang digelar di Jepang dan Korea Selatan tersebut. Tergabung bersama juara bertahan sekaligus juara Eropa, Prancis di fase grup, Papa Bouba Diop dkk berhasil lolos ke babak 16 besar dengan menyingkirkan Prancis di babak pertama dengan tidak bisa mencetak satu gol pun. Satu catatan penting, penyerang-penyerang 'Les Blues' kala itu merupakan top skor di Liga Inggris, Italia dan juga Prancis.

9) Akting Rivaldo

Di penghujung abad 20 Rivaldo merupakan salah satu dari tiga pemain top di dunia, dan meskipun karirnya turun tajam di tahun 2002, dia akan selalu menjadi bagian dari keberhasilan Brasil menjadi juara Dunia ditahun tersebut. Lima golnya dan juga perannya sebagai jenderal lapangan tengah berpengaruh besar atas keberhasilan Selecao meraih tropi Piala Dunia ke lima mereka.

Namun sayangnya, kegemilangan Rivaldo di turnamen ini dirusak oleh insiden akting pura-puranya saat Brasil melawan Turki. Saat pemain Turki Hakan Unsal menendang bola yang mengenai pahanya, Rivaldo langsung berakting dengan terjatuh sambil memegang wajahnya dengan penuh kesakitan. Sehingga Hakan Unsal menerima kartu kuning kedua dari wasit yang membuatnya diusir keluar pertandingan. Dan bagi Rivaldo, usai pertandingan dirinya dicap sebagai penipu dan dihukum denda sebesar 11.670 Franc Swiss.


8) Tiga Kartu Kuning dari Wasit Graham Poll

Mantan wasit Graham Poll sudah tidak memiliki rekor yang baik dalam turnamen internasional saat terpilih pleh FIFA untuk menjadi salah satu wasit pada Piala Dunia 2006. Wasit asal Inggris tersebut telah terlibat dalam pertandingan kontroversial di Piala Eropa 2000 dan Piala Dunia 2002. Dalam kompetisi yang terakhir (Piala Dunia 2002) saat memimpin laga grup G antara Italia dan Kroasia, Poll membuat keputusan yang menganulir dua gol Italia yang membuat Italia akhirnya kalah 1-2 oleh Kroasia.

Dan pada Piala Dunia 2006, kepemimpinan kontroversial Poll kembali terulang, saat ia memimpin pertandingan Grup F antara Australia dan Kroasia. Pada pertandingan terakhir grup yang sangat menentukan itu, Poll baru mengeluarkan bek Kroasia Josip Simunic dari pertandingan setelah menerima kartu kuning ketiga. Entah lupa atau bukan, perbuatan Poll itu dianggap sebagai upaya untuk meloloskan wakil Eropa ke babak 16 besar. Pertandingan itu sendiri akhirnya berakhir imbang 2-2 yang membuat Australia berhak lolos ke babak selanjutnya.


7) Baik, Buruk dan Sangat Buruk dari Argentina

Pada Piala Dunia 2006 Argentina menjadi tim yang difavoritkan akan merebut gelar. Dan nampaknya prediksi itu terlihat akan menjadi kenyataan lewat penampilan Argentina yang mengkilap di fase grup. Tergabung bersama Belanda, Pantai Gading dan Serbia & Montenegro di grup maut, tim Tango keluar sebagai juara grup yang pada salah satu pertandingannya menghajar kuda hitam Serbia & Montenegro 6-0 tanpa balas.

Di babak 16 besar, langkah Argentina nampaknya masih mulus dengan mampu melewati Meksiko dengan skor 2-1. Namun sayang pada babak perempat final langkah skuat Jose Pekerman ini terhenti oleh Jerman lewat adu tendangan penalti. Sempat unggul hingga menit-menit akhir pertandingan, Jerman berhasil menyamakan skor sekaligus menang di babak adu penalti. Kekalahan atas Jerman ini membuat kritikan terhadap Pekerman, yang menyimpan Lionel Messi dan juga Juan Roman Riquelme pada laga tersebut.

Kekalahan yang tidak bisa diterima para pendukung Argentina ini berbuntut panjang. Usai pertandingan, kerusuhan terjadi, dimana para suporter Argentina mengamuk dan sempat terjadi perkelahian dengan pendukung Jerman diluar stadion. Kegemilangan Argentina di babak-babak awal harus ternoda dengan kerusuhan para pendukungnya.

6) Teriakan Fabio Grosso

Momen yang paling terkenal dalam penyelengaraan Piala Dunia sepanjang masa adalah teriakan Marco Tardelli saat mencetak gol kemenangan Italia atas Jerman Barat di final Piala Dunia 1982.

Dan momen itu kembali dilakukan oleh bek Italia Fabio Grosso di Piala Dunia 2006 saat mencetak gol pertama Italia ke gawang Jerman di babak semifinal. Setelah mencetak gol di masa perpanjangan waktu, Grosso berlari sambil berteriak dan mengeluarkan air mata kebahagiaan, suatu momen yang tidak akan bisa dilupakan oleh warga Italia.









5) Diego Maradona Meluncur dengan Perut Buncitnya

Saat pemain Peru Hernan Rengifo mencetak gol penyeimbang ke gawang Argentina di menit-menit akhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Selatan, pelatih Argentina Diego Maradona langsung putus asa dengan mengatakan selesai sudah perjuangan Argentina untuk lolos ke Piala Dunia.

Pada laga yang diguyur hujan itu, kemenangan yang sudah si depan mata pupus secepat kilat. Curah hujan yang lebat dianggap Maradona menambahkan kesedihan bagi dirinya.

Tapi tiba-tiba suatu keajaiban datang, sebuah gol di masa injury time dari penyerang veteran Martin Palermo membawa Argentina kembali berbalik unggul dan menghidupkan peluang mereka lagi.

Maradona yang tadinya sudah pasrah langsung teriak dan merayakan gol Palermo tersebut. Sambil masuk ke lapanghan yang becek akibat hujan deras, Maradona meluncur dengan perut buncitnya tanpa memperdulikan suasana sekitar. Suatu momen yang tidak akan dilupakan juga dalam sejarah Piala Dunia.



4) Tendangan bebas Ronaldinho

Dari sekian momen di Piala Dunia selama satu dekade terakhir, mungkin aksi pemain Brasil Ronaldinho menjadi satu-satunya yang benar-benar menunjukkan sebuah kemampuan teknik. Di Piala Dunia 2002 saat Brasil berhadapan dengan Inggris di babak perempat final, Ronaldinho mencetak gol penentu kemenangan tim Samba.

Gol Ronaldinho ini tergolong spektakuler karena dicetak lewat sebuah tendangan bebas sejauh 40 yard. Gol ini juga sangat cantik karena mematikan langkah kiper Inggris kala itu, David Seaman yang hanya terbengong saat bola meluncur deras ke dalam gawangnya.

Namun meski masih menjadi pertanyaan apakah tendangan bebas Ronaldinho itu bermaksud mengumpan atau menendang langsung, faktanya Brasil bisa lolos ke semifinal dan bahkan menjadi juara.

3) Handsball Thierry Henry

Tidak diragukan lagi momen paling kontroversial di tahun 2009 adalah handsball kapten Prancis Thierry Henry saat laga play--off Piala Dunia 2010 zona Eropa melawan Irlandia. Meski bukan Henry yang mencetak gol, aksi handsballnya bisa disamakan dengan gol 'Tangan Tuhan' milik Diego Maradona di Piala Dunia 1986 karena dengan aksi Henry tersebut memupuskan langkah Irlandia ke Afrika Selatan tahun depan.

Handsball yang dilakukan Henry itu langsung mendapat kritikan tajam dari kubu Irlandia yang langsung meminta FIFA mengelar pertandingan ulang, yang tetap ditolak FIFA. Dan meski henry sendiri telah mengaku serta meminta maaf, FIFA tetap tidak bergeming dengan keputusannya. Bahkan permintaan Irlandia agar dapat berlaga di Afrika Selatan tahun depan dengan menjadi negara ke-33, dengan tegas ditolak FIFA.

2) Byron Moreno

Italia tersingkir dari Piala Dunia 2002 di babak 16 besar oleh tuan rumah Korea Selatan lewat gol mantan bintang Perugia Ahn Jung-Hwan di babak perpanjangan waktu.

Kekalahan Italia ini menjadi salah satu pertandingan yang paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia karena dianggap adanya kecurangan pada laga yang dipimpin oleh wasit Byron Moreno tersebut. Pada laga itu, Italia beberapa kali menciptakan gol yang dianulir oleh Moreno, dan puncaknya di kartu merahkannya Fransesco Totti pada laga tersebut karena dianggap melakukan diving.

Setelah pertandingan, pelatih Italia Giovanni Trapattoni menyatakan bahwa telah terjadi persekongkolan melawan mereka, dan mengklaim bahwa selama pagelaran Piala Dunia 2002 setidaknya empat gol sah azzurri dianulir oleh wasit yaitu pada laga melawan Kroasia dan Meksiko. Moreno sendiri menjadi simbol penjahat di Piala Dunia 2002.

Setelah Piala Dunia 2002, Moreno masih melakukan tindakan kontroversial dengan memberikan tambahan waktu 13 menit saat memimpin laga antara Universita Deportiva de Quito dan Barcelona Sporting Club. Deportivo yang saat itu tertinggal 2-3, berhasil mencetak dua gol selama 13 menit perpanjangan waktu sehingga berbalik menang 4-3. Atas kepemimpinannya ini, Moreno dihukum larangan memimpin 20 pertandingan.

Usai menjalani hukuman, Moreno kembali mendapatkan hukuman setelah mengusir tiga pemain dalam satu pertandingan. Tidak lama setelah itu ia pensiun dari dunia wasit.


1) Tandukan Zinedine Zidane

Diurutan pertama momen yang tidak bisa dilupakan di satu dekade terakhir adalah tandukan legenda Prancis Zinedine Zidane kepada bek Italia Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006. Tandukan Zidane terhadap Materazzi ini membuatnya diusir keluar oleh wasit sehingga Italia keluar sebagai juara Piala Dunia 2006 lewat adu tendangan penalti setelah hingga babak tambahan kedua tim bermian imbang 1-1.

Aksi Zidane ini sendiri menjadi aksi terakhir dalam karirnya setelah ia menyatakan pensiun dari sepakbola setelah pertandingan. Ada banyak spekulasi apa yang menjadi penyebab tindakan Zidane ini terhadap Materazzi. Dan setelah beberapa lama Zidane akhirnya mengungkapkan kenapa ia menanduk Materazzi. Menurut Zizou, alasan kenapa ia menanduk Materazzi karena bek Inter Milan tersebut telah menghina adiknya Zizou.(Goal.com/OL-06)10 Momen Piala Dunia Satu Dekade Terakhir yang tidak Bisa Dilupakan

Baca Selengkapnya...